Home » » 25 Kapolres Diganti

25 Kapolres Diganti

Kapolda Papua Irjen Pol. Tito Karnavian saat memberikan tongkat komando kepada Kapolres Biak Numfor yang baru AKBP Esterlina Sroyer di Aula Rastra Samara Polda Papua, Senin (29/10) kemarin.


terlina Jadi Kapolres Perempuan Pertama di Papua



  JAYAPURA - Kepolisian Daerah (Polda) Papua melakukan rotasi besar-besaran terhadap para Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) di jajarannya. Dari 29 Polres di Papua dan Papua Barat, 25 Kapolresnya diganti. (Nama-nama pejabat yang diganti lihat grafis). Sementara 4 Kapolres yang tidak diganti yaitu Kapolres Asmat, Raja Ampat, Fakfak dan Kapolresta Jayapura.
  Pergantian ini ditandai dengan acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang berlangsung di Aula Rastra Samara Polda Papua, Senin (29/10). Acara ini juga dibarengi dengan pengukuhan Kabid Humas Polda Papua AKBP I Gede Sumerta Jaya,SIK yang sebelumnya menjabat Pjs. Kabid Humas Polda Papua.
  Kapolda Papua Irjen Pol. Tito Karnavian,MA usai acara Sertijab mengatakan, dalam pergantian atau mutasi ini tidak ada yang luar biasa. Ini dilakukan  guna terjadinya penyegaran organisasi Polri, khsusnya di Polda Papua.
  “Dari 25 Kapolres ini, sebagiannya ada yang sudah disprinkan lebih awal, tinggal dikukuhkan saja. Kemudian Polda Papua juga banyak menerima lulusan Sespim, sehingga tentunya mereka juga harus berkarir dan diberikan kesempatan menjadi Kapolres,” ujarnya.
 Kapolda mengungkapkan banyak juga yang sudah terlalu lama menjabat Kapolres, seperti Kapolres Mimika. “Karena itu kita rotasi supaya yang sudah lama ini naik juga eselonnya, sementara mantan-mantan Sespim yang prestasinya baik ini diberikan kepercayaan menempati posisi Kapolres,” paparnya.
  Ditanya apakah pergantian sejumlah Kapolres tersebut berkaitan dengan komitmen untuk fokus dalam pemberantasan korupsi? Kapolda memaparkan bawah yang paling utama adalah terjadinya penyegaran di jajaran Polda Papua.
  "Untuk memberantas kasus korupsi, seluruh Polres sudah barang tentu mendukung kebijakan itu. Bahkan saya sudah tegaskan seluruh Kapolres harus mendukung kebijakan tersebut dan melaksanakan tugas yang sudah saya buat, yaitu hingga akhir tahun ini 1 kasus korupsi harus diungkap oleh setiap Polres jajaran,” tegasnya.
  Sementara dengan adanya ancaman Kapolda yang akan menggeser Kapolres jika hingga Desember tidak ada perkembangan dalam tindak lanjut kasus korupsi, yang akan digeser adalah Kasat Sersenya. 
  "Yang digeser adalah Kasat Sersenya. Sementara untuk Kapolresnya kita lihat perkembangannya seperti apa nanti. Karena saya minta yang penting Kapolres mendukung dan tidak menghalangi. Seluruh bawahan Polres juga harus bisa mendukung pimpinannya dalam melaksanakan tugas,” tandas Kapolda.
  Kapolda meminta kepada para Kapolres yang baru dilantik itu untuk betul-betul melaksanakan sumpah janjinya, menghindari korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) dan menekankan pada kasus pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu.
  Sementara itu, dari pergantian para Kapolres itu, ternyata muncul satu nama Kapolres perempuan yaitu AKBP Esterlina Sroyer yang semula menjabat sebagai Kabag PSI RO Pers Polda Papua diangkat menjadi Kapolres Biak Numfor menggantikan AKBP Ricko Taruna. Pengangkatan Esterlina Sroyer ini merupakan sejarah baru dalam jajaran kepolisian di Papua, di mana Esterlina Sroyer merupakan Kapolres perempuan pertama di tanah Papua.
 Kapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian mengungkapkan bahwa penunjukan AKBP Esterlina Sroyer adalah usulan dari berbagai pihak yang ada di lingkungan Polda Papua, termasuk Wakapolda Papua Brigjen Pol Paulus Waterpauw.
  "Info yang saya dapat dari pejabat Polda Papua, memang sepertinya ini Esterlina Sroyer adalah Kapolres pertama wanita di Papua. Dan saya mengangkatnya sebagai Kapolres di Biak merupakan usulan dari rekan-rekan terutama Wakapolda. Saya langsung mendukung aja," ungkapnya usai Sertijab, Senin (29/10).
   Dalam kesempatan itu, Kapolda menjelaskan, ini sangat baik dilakukan. Pasalnya ini menjadikannya menjadi persamaan gender. "Ini juga masalah genderlah. Kita mau lihat karena selama ini ada keraguan apakah wanita bisa memimpin dan ini bisa menjadi percobaan, dan semoga dia bisa menjadi contoh yang baik, " katanya. 
  Maka dari itu pula, Kapolda berharap untuk semua pihak diharapkan bisa memberikan dukungan sepenuhnya kepada Esterlina Sroyer dalam melaksanakan tugasnya termasuk anggotanya tempat ia bertugas. 
 "Ibu Esterlina Syoyer adalah orang Papua. Aaya harap bisa didukung dengan positif. Bahkan dia bisa menepis keraguan orang selama ini yang menganggap wanita tidak bisa jadi jadi pemimpin," tuturnya.
  Sementara AKBP Esterlina Sroyer Kapolres Biak Numfor mengatakan jabatan yang diterimanya adalah anugerah dari Tuhan dan juga merupakan tanggung jawab yang harus dijawab kepada pimpinan Polri yang memercayainya.
  "Ini Anugrah dari Tuhan. Maka saya akan melaksanakan tugas dengan baik. Sehingga apa yang sudah dipercayakan kepada saya tidak saya sia-siakan. Bahkan saya akan mengeluarkan kemampuan yang ada pada diri saya," ujarnya.
  Esterlina mengungkapkan, dirinya akan segera menyesuaikan dengan anggotanya yang berada di Polres Biak, sehingga ke depannya anggota yang ada di Internal Polres mampu mengemban tugas yang sudah menjadi atensi pimpinan Polda Papua ataupun dirinya selaku Kapolres.
  "Saya memang belum mengenal wilayah kerja saya. Akan tetapi secepatnya akan saya sesuaikan, baik dalam membina internal Polres maupun pendekatan dengan seluruh masyarakat Biak Numfor," jelasnya.
  Ester mengatakan bahwa tugas yang diembannya juga sangat berat, apalagi Biak merupakan wilayah perairannya yang cukup luas dan bersebrangan dengan perbatasan Filipina. 
 "Perairan di Biak sangat dekat dengan negara tetangga, bahkan Biak wilayah perairannya cukup luas, sehingga akan menjadi daerah yang kerap dilintasi kapal-kapal illegal. Maka dari itu saya juga akan mempelajari batas-batas wilayahnya," tuturnya.
  Tidak itu saja, Ester juga menegaskan akan melaksanakan tugas yang sudah di berikan oleh Kapolda Papua. Dimana seluruh Polres wajib mengungkap 1 kasus Korupsi hingga akhir Desember ini.
  "Dengan bantuan seluruh anggota dan seluruh kemampuan, saya akan melaksanakan amanah itu. Apalagi amanah itu dalam pemberantasan kasus korupsi,” tukasnya. 
 Usai acara Sertijab, Kapolda yang didampingi Wakapolda Papua Brigjen Pol Paulus Waterpauw memberikan arahan kepada para kapolres secara tertutup, yang berlangsung kurang lebih 3 jam. (ro/fud)

source : cendrawasi pos
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Creating Website

Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ANAK RANTAUAN - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger